Masker gratis diberikan Baitul Maal Hidayatullah untuk bencana asap di RIAU. Seperti diberitakan beberapa media akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengepung Pekanbaru,
Siak, Kampar, dan beberapa wilayah lain di Provinsi Riau berimbas pada
kesehatan warganya. Salah satunya tingginya keluhan masalah pernapasan
yakni Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, per Senin, 16 September
2019 sudah ada 16.372 orang terkena Infeksi Saluran Pernapasan Atas
(ISPA) yang ditangani tenaga kesehatan di sana
“BMH Perwakilan Kaltim langsung membagikan 10.000 ribu masker kepada
masyarakat di dua wilayah yang paling besar terdampak, yakni di
Kabupaten Berau dan Kabupaten Paser. Selain membagikan masker di
jalan-jalan, rumah-rumah warga dan sekolah-sekolah, BMH juga menyiapkan
layanan kesehatan dan 3 mobil ambulance bagi warga yang mengalami
gangguan kesehatan,” terang Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH
Perwakilan Kalimantan Timur, M. Rofiq.
Bantuan tersebut merupakan langkah awal. “Insya Allah, jika beberapa hari kedepan hujan tidak turun dan asap terus menebal, kegiatan ini akan terus kita lakukan sampai cuaca dan udara terlihat aman,” imbuhnya.
BMH mengajak semua pihak dapat memberikan kepedulian guna membantu warga terdampak kabut asap di Kalimantan.
“Ke depan, bukan sebatas pengadaan masker, juga sangat diperlukan oksigen portabel, posko kesehatan, dan ambulan. Semua itu menjadi kesatuan yang dibutuhkan untuk membantu warga. BMH sangat membuka diri bagi siapapun yang ingin membantu saudara-saudara kita terdampak musibah karhutla di Kalimantan,” tutup Rofiq
Mari peduli bencana yang menimpa saudara kita di RIAU dan sekitarnya dengan berbagi Masker Gratis maupun bantuan lain yang dibutuhkan masyarakat terdampak.
![]() |
| Masker Gratis untuk Asap RIAU |
Bantuan tersebut merupakan langkah awal. “Insya Allah, jika beberapa hari kedepan hujan tidak turun dan asap terus menebal, kegiatan ini akan terus kita lakukan sampai cuaca dan udara terlihat aman,” imbuhnya.
BMH mengajak semua pihak dapat memberikan kepedulian guna membantu warga terdampak kabut asap di Kalimantan.
“Ke depan, bukan sebatas pengadaan masker, juga sangat diperlukan oksigen portabel, posko kesehatan, dan ambulan. Semua itu menjadi kesatuan yang dibutuhkan untuk membantu warga. BMH sangat membuka diri bagi siapapun yang ingin membantu saudara-saudara kita terdampak musibah karhutla di Kalimantan,” tutup Rofiq
Mari peduli bencana yang menimpa saudara kita di RIAU dan sekitarnya dengan berbagi Masker Gratis maupun bantuan lain yang dibutuhkan masyarakat terdampak.












