Raih Pahala Terbaik Ramadhan

Ramadhan Raih Pahala terbaik hari ini

Berbagi Kebaikan

Hanya Berbagi kita akan lebih berarti

Semua Karena Zakat

Zakat Bermanfaat untuk Ummat

Kado Ramadhan Terindah

Bisa jadi ini adalah Ramadhan terakhir kita

Sedekah Berkah

Dengan Sedekah Hidup Kian Berkah

Kamis, 19 September 2019

Masker Gratis untuk Asap Riau

Masker gratis diberikan Baitul Maal Hidayatullah untuk bencana asap di RIAU. Seperti diberitakan beberapa media akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengepung Pekanbaru, Siak, Kampar, dan beberapa wilayah lain di Provinsi Riau berimbas pada kesehatan warganya. Salah satunya tingginya keluhan masalah pernapasan yakni Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, per Senin, 16 September 2019 sudah ada 16.372 orang terkena Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) yang ditangani tenaga kesehatan di sana
Masker Gratis untuk Asap RIAU
“BMH Perwakilan Kaltim langsung membagikan 10.000 ribu masker kepada masyarakat di dua wilayah yang paling besar terdampak, yakni di Kabupaten Berau dan Kabupaten Paser. Selain membagikan masker di jalan-jalan, rumah-rumah warga dan sekolah-sekolah, BMH juga menyiapkan layanan kesehatan dan 3 mobil ambulance bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan,” terang Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Perwakilan Kalimantan Timur, M. Rofiq.

Bantuan tersebut merupakan langkah awal. “Insya Allah, jika beberapa hari kedepan hujan tidak turun dan asap terus menebal, kegiatan ini akan terus kita lakukan sampai cuaca dan udara terlihat aman,” imbuhnya.

BMH mengajak semua pihak dapat memberikan kepedulian guna membantu warga terdampak kabut asap di Kalimantan.

“Ke depan, bukan sebatas pengadaan masker, juga sangat diperlukan oksigen portabel, posko kesehatan, dan ambulan. Semua itu menjadi kesatuan yang dibutuhkan untuk membantu warga. BMH sangat membuka diri bagi siapapun yang ingin membantu saudara-saudara kita terdampak musibah karhutla di Kalimantan,” tutup Rofiq

Mari peduli bencana yang menimpa saudara kita di RIAU dan sekitarnya dengan berbagi Masker Gratis maupun bantuan lain yang dibutuhkan masyarakat terdampak.

Selasa, 17 September 2019

Khitan Berkah DPD REI

Kesempatan berbagi kebaikan membantu melaksanakan sunnah bagi seorang anak laki laki adalah khitan, dan ini adalah salah satu sunnah yang harus silaksanakan orang tua.
Khitan Berkah DPD REI
Akhir pekan ini (15/9) Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar Khitan Berkah di Gedung Pontianak Convention Centre (PCC) yang berlokasi di Jalan Sultan Abdurrahman Pontianak Selatan.

Kegiatan yang dimulai sejak pagi ini, para orang tua sudah memadati Pontianak Convention Centre (PCC) untuk mendampingi anaknya yang mengikuti khitanan massal. Mereka berterima kasih karena dengan program sosial ini anaknya bisa dikhitan.

“Anak yang ikut mulai dari usia 16 bulan sampai 13 tahun. Dan kegiatan ini sudah kali ke tiga khitanan berkah dilaksanakan besinergi dengan DPD REI (Real Estate Indonesia) Kalbar, selain di khitan peserta juga kami berikan bingkisan, berupa sarung, Al-qur’an dan biaya transportasi,” terang Kepala BMH Perwakilan Kalbar, Ahmad Baidai.

Kegiatan yang terselenggara kali ini diikuti oleh 31 anak.  Beberapa anak terlihat butuh pengkondisian saat detik-detik dikhitan dan beberapa di antaranya terlihat begitu siap dan rilek.


Salah satu peserta yang ikut dikhitan dana (7 tahun) mengaku tidak sakit pada saat disunat. Anak Panti Asuhan Uswatun Hasanah yang berada di Jalan Karya Sosial Pontianak yang didampingi pengasuhnya itu terlihat senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. “Alhamdulillah sudah sunat,” ucapnya sembari tersenyum bahagia.

Hal serupa diungkapkan peserta lainnya, Zacky (12 tahun). “Tidak sakit,” ucap dia dari warga yang berada di Jalan Sungai Raya Dalam itu.


Salah satu orang tua peserta khitan, Asmadi  merasa senang dan berterima kasih karena anak laki-lakinya bisa mengikuti khitan berkah gratis ini.“Terimakasih BMH dan Real Estate Indonesia,” tutupnya.

Program khitan berkah yang dilaksanakan BMH adalah salah satu program favorite yang diselenggarakan setiap periodik di kantor kantor gerai BMH di seluruh Nusantara.

Kamis, 12 September 2019

Latih Pemuda Sigab Bencana

Pemuda adalah garda terdepan dalam kemajuan dan kepedulian akan kondisi bangsa, termasuk perihal kesigapan akan bencana alam yang kerap melanda tanah air kita, disana peran pemuda dalam bahu membahu aksi cepat dan tanggap dalam bencana.

Bencana alam berupa banjir dan tanah longsor masih sering terjadi di bumi Kalimantan Timur. Menyikapi kondisi yang datang tiba-tiba tersebut, BMH Kaltim bersama SAR Hidayatullah Kaltim menyelenggarakan kegiatan Diklat SAR yang diikuti 35 orang pemuda dari berbagai latar belakang aktivitas.

Kegiatan yang berlangsung selama 5 hari itu belum lama ini dilaksanakan di beberapa lokasi secara mobile, yakni Kampung Gunung Tembak, Balikpapan Timur, Pantai Ambalat Samboja, Kutai Kartanegara dan Kawasan Hutan Desa Gunung Binjai.
Menurut Agus, panitia kegiatan menuturukan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka mempersiapkan tim kemanusiaan yang sewaktu-waktu diperlukan jika terjadi bencana alam atau kegiatan sosial kemanusiaan lainnya.

“Diklat ini dilakukan untuk melatih para pemuda menjadi relawan-relawan kemanusiaan yang selalu siap siaga jika diperlukan, khususnya oleh BMH dalam berbagai kegiatan kemanusiaan,” terang Agus.

Berbagai materi diberikan oleh para Instruktur yang dihadirkan dari SAR Hidayatullah Pusat Jakarta, diantaranya pelatihan tali temali untuk aktivitas evakuasi menggunakan tali, MFR untuk evakuasi medis, mulai dari pengenalan jenis – jenis luka, tehnik penanganan korban, pertolongan berbagai jenis luka medis, materi navigasi, character building, water rescue, survival dalam kondisi serba kekurangan dan rafling untuk evakuasi dari ketinggian.

“Pelatihan ini diharapkan akan melahirkan tenaga muda yang sigap dalam menghadapi bencana, terutama di dalam membantu para korban,” tutup Kepala Program dan Pemberdayaan BMH Kaltim, Muhammad Rofiq

Demikian aktifitas SAR Hidayatullah yang kami kutip dari sumber asli web Baitul Maal Hidayatullah tentang Latih Anak Muda sigab berikan pertolongan pertama bencana

Senin, 02 September 2019

Bedah Rumah Dhuafa BMH

Program Bedah Rumah dhuafa adalah program sosial kemanusiaan dari Baitul Maal Hidayatullah untuk mendukung kelangsungan hidup saudara saudara kita yang membutuhkan kehidupan yang layak dan sehat hubungi saja wa.me/62895616777000.
Bedah Rumah Dhuafa BMH


Upaya Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) untuk menghadirkan program berkelanjutan kian dioptimalkan, BMH bergerak bersama dengan masyarakat secara swadaya melaksanakan program bedah rumah untuk keluarga dhuafa di Desa Sepanjang Kec. Taman Kab. Sidoarjo Jawa Timur pada Selasa (27/8/2019).


Ibu Srigati merasakan kebahagiaan yang luar biasa, ia bermimpi dan berharap sekali rumahnya bisa lebih nyaman untuk ditempati tapi terkendala biaya dan masyaAllah tidak saya sangka Allah SWT kabulkan.


“Saya ucapkan terimakasih kepada BMH dan warga sekitar yang telah membantu bersama-sama, semoga Allah SWT memberikan pahala untuk para donatur dan masyarakat sekitar yang telah membantu”, ungkapnya dengan wajah sumringah.


Sementara itu, Imam Muslim, selaku Manager Program BMH Perwakilan Jawa Timur mengungkapkan,“Bantuan bedah rumah ini adalah wujud kepedulian BMH kepada warga agar bisa tinggal dengan nyaman & layak. Semoga kedepan program ini semakin banyak, sehingga dukungan & bantuan dari para donatur dan warga kami harapkan,”ucap Muslim.

Tokoh masyarakat (ketua RT) setempat yang diwakili Bapak Budi Yuwono mengapresiasi setingi-tingginya atas sinergi dan bantuan yang diberikan oleh BMH bersama masyarakat untuk Ibu Srigati,
“Saya mengapresiasi atas bantuan BMH dalam program bedah rumah ibu Srigati ini, semoga semakin berkah untuk BMH”, Pangkasnya.

Program bedah rumah ini menyasar keluarga yang benar-benar layak untuk dibedah rumahnya, pasalnya rumah yang ditempati sudah tidak layak huni dan ditempati.
Adalah Ibu Srigati (52), seorang janda dengan kegiatan sehari-sehari sebagai tukang sortir hasil rongsokan atau pemulung yang menjadi penerima manfaat dari program ini.

Pingin berpartisipasi terhadap program program BMH silahkan hubungi kami disini


Minggu, 26 Mei 2019

Televisi dan Puasa

 Semua sarana yang menghalang-halangi orang dari mengingat Allah adalah haram.
Syeikh Dr. Yusuf Al-Qaradhawi dalam bukunya fatwa-fatwa kontemporer menjelaskan bahwa televisi sebagai sarana (washilah) berisi kebaikan atau pun keburukan.

nonton tv
 Menurut Al-Qaradhawi, televisi sama halnya dengan radio dan surat kabar, yang berisi kebaikan dan keburukan.
 Dengan demikian, seorang Muslim mesti bisa memanfaatkan dengan baik dan sejauh mungkin menghindari dari yang buruk, baik sedang tidak berpuasa, lebih-lebih sedang shaum Ramadhan.

 Bahkan seharusnya, saat berpuasa seorang muslim lebih berhati-hati agar puasa yang dilakukan tidak rusak dan tidak hilang pahalanya, serta agar tidak terhalang dari memperoleh pahala Allah 'azza wa Jalla.
 "Oleh karena itu, menyaksikan televisi tidak saya katakan halal secara mutlak dan tidak pula haram secara mutlak, tergantung pada acaranya.

 Apabila acaranya baik maka boleh ditonton dan didengarkan, seperti ketika membicarakan masalah agama, berita, dan program yang memang diarahkan untuk kebaikan.
 Sedangkan jika acaranya jelek, semisal tari-tarian yang mempertontonkan aurat, adegang yang merangsang syahwat, dan sebagainya, maka haram ditonton kapan pun, lebih-lebih pada bulan Ramadhan."

 Lebih lanjut Syeikh Qaradhawi menegaskan, "(Terhadap) tayangan yang makruh untuk ditonton, meskipun tidak sampai ke tingkat haram, dan semua sarana yang menghalang-halangi orang dari mengingat Allah adalah Haram."

nontonlah yang bermanfaat
 Prinsipnya, jika menonton televisi dan mendengarkan radio dapat melalaikan bersangkutan dari kewajiban yang di perintahkan Allah, misalnya shalat, maka pada waktu itu hukumnya haram. Sebab segala sesuatu yang melalaikan orang dari shalat, hukumnya haram.

 Kemudian, Al-Qaradhawi memberikan nasehat kepada pengelola televisi agar bertakwa kepada Allah.

 "Para penanggung jawab acara televisi hendaklah merasa takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala tentang apa yang seyogianya ditayangkan kepada masyarakat luas, khususnya pada bulan Ramadhan yang penuh berkah, dan membantu manusia melaksanakan ketaatan kepada Allah, serta kesempatan mencari tambahan kebaikan. Sehingga para penangung jawab itu tidak memikul dosa mereka sendiri beserta dosa para penonton, di samping para penonton itu sendiri juga berdosa, sebagaimana orang-orang yang disinyalir oleh Allah dalam Al-Qur'an.

 "(Ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada hari kiamat, dan sebahagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikit pun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, amat buruklah dosa yang mereka pikul itu." (QS. An-Nahl [16]: 25). */Imam Nawawi dari buku Fatwa-Fatwa Kontemporer Jilid 1 Karya Dr. Yusuf Al-Qaradhawi.

Bersama Komunitas PPA Cilegon Santuni 1000 Anak Yatim dan Dhuafa

Acara yang mengambil tema, Ramadhan Hijrah Cinta tersebut dirangkai dengan beberapa kegiatan, mulai dari pembagian santunan secara simbolis, dilanjutkan kajian Mengetuk Pintu Langit.

santunan anak yatim dan dhuafa
Bersama PPA Cilegon, Laznas BMH bersinergi dalam program santunan untuk yatim dan dhuafa di Gedung Islamic Center Cilegon, Banten belum lama ini.


Dalam penyampaiannya Trainer PPA, Angga Johan Saputra menguraikan perihal perlunya memuliakan dan mengasihi anak yatim sepenuh hati.
“Karena kita butuh doa mereka untuk mengetuk pintu langit. Karena doa anak yatim makbul,” ucapnya.
Maka dalam kesempatan tersebut, para hadirin langsung antusias menginfakkan harta terbaiknya kepada para anak yatim. “Kami yakin,” ujar seorang hadirin.
Kepala BMH Perwakilan Banten, Imam Rusli mengaku bahagia dengan sinergi ini dan berharap dapat terus ditingkatkan ke depannya.

Acara penuh kekeluargaan itu pun diitutup dengan doa oleh Ketua MUI Kota Cilegon dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama.*/Roni

Makna Fi Sabilillah Dalam Ayat Zakat

 Menurut Al-Qaradhawi, maknanya berjihad dan membela Islam
Zakat Merupakan syariat yang masuk dalam rukun islam, yang tata cara hingga pendayagunaannya telah diatur sedemikian rupa. Dari delapan pihak yang berhak menerima zakat, satu di antaranya adalah Fi Sabilillah.
ilustrasi zakat
"Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujik hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk Fi Sabilillah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."
(QS. At-Taubah [9]: 60).

Namun apa yang dimaksud dengan Fi Sabilillah dalam ayat tersebut?
Yusuf Qaradhawi dalam bukunya fatwa kontempoler menegaskan bahwa tidak bisa di sangsikan lagi sebagian dari kaum Muslimin akan ada yang menggunakan kata Fi Sabilillah (di jalan Allah) menurut arti bahasa secara umum, yang meliputi semua jalan yang menyampaikan kepada keridhaan Allah.

Artinya, Fi Sabilillah meliputi semua amal yang dapat mendekatkan diri kepada Allah dan semua macam kebaikan.

Syeikh Yusuf Qaradhawi kemudian meyebutkan, "Sesungguhnya yayasan atau organisasi yang bekerja memberikan bantuan kepada fakir miskin, seperti memberi makanan, papan, pengajaran pendidikan, dan pengobatan, boleh menerima zakat wajib. "Akan tetapi itu tidak termasuk Fi Sabilillah, melainkan semata-mata dianggap sebagai wakil dari fakir miskin.

Al-Qaradhawi berpendapat bahwa Fi Sabilillah harus memiliki makna khusus yang berbeda dengan sasaran-sasaran zakat lainnya.
Disini para ulama telah mengupayakan hal tersebut, sehingga makna makna sabilillah dikhususkan pada arti jihad, para ulama mengatakan, jihad itulah yang di maksud fi sabilillah.
Qaradhawi mengutip pendapat Ibn Atsir, "Karena seringnya digunakan dalam konteks jihad, maka lafal (fi sabilillah) ini seolah-olah dibatasi (pengertiannya) untuk jihad."

zakat
Pendapat Ibn Atsir diperkuat dengan riwayat Tabhrani, pada suatu hari sahabat Rasulullah pernah melihat seorang pemuda yang gagah perkasa. Lalu mereka berkata, "Alangkah bagusnya kalau kepemudaan dan keperkasaannya dipergunakan untuk sabilillah,"

Maknanya adalah berjihad dan membela Islam. Demikian tegas Al-Qaradhawi.
Jadi Al-Qaradhawi tidak ingin makna sabilillah diperluas meliputi seluruh bentuk kebaikan dan qurbah (pendekatan diri kepada Allah), sekalipun beliau juga tidak mempersempit dengan membatasi arti sabilillah sebatas pada arti jihad dalam pengertian perang bersenjata saja.

Sebab, jihad adakalanya tidak saja dilakukan dengan pedang atau senjata, melainkan juga dengan pena (tulisan), lisan, pikiran, pendidikan, kemasyarakatan, ekonomi, politik, dan sebagainya. Semua ini termasuk jihad yang memerlukan bantuan dana.

Dengan catatan, tegas Qaradhawi, "Makna tersebut tidak melepaskan syarat asasinya, yaitu fi sabilillah, di jalan Allah , yang berarti untuk membela Islam dan menegakkan kalimat-Nya di muka bumi. Dengan kata lain, semua jihad yang dimaksud untuk menegakkan dan menjunjung tinggi kalimat Allah ialah Fi Sabilillah."*/Imam Nawawi, dari buku fatwa-fatwa kontemporer karya Dr. Yusuf Al-Qaradhawi jilid 1

Bersama FDP Gelar Safari Ramadhan 1440 H Ke Pulau Terluar Aceh

Alhamdulillah pada 21 hingga 25 Mei 2019 BMH Perwakilan Aceh bersama FDP dapat melaksanakan safari Ramadhan ke pulau terluar di sini, yaitu di Desa Suka Makmur yang terletak Ratusan Kilometer dari Ibu Kota Provinsi, bahkan harus menempuh perjalanan laut selama 5 Jam dari Kota Kabupaten Aceh Singkil atau berjarak kurang lebih 34 Mil dari Singkil Daratan,” terang Kepala BMH Perwakilan Aceh, Ahmad Syakir (25/5).

Bersama FDP Gelar Safari Ramadhan
Ramadhan 1440 H menjadi momentum emas bagi Laznas BMH Perwakilan Aceh dan Forum Dakwah Perbatasan (FDP) untuk melakukan safari ke masyarakat Muslim di pulau terluar Indonesia.


Safari Ramadhan ini dimaksudkan untuk memperkuat para dai yang telah dua pekan sebelum Ramadhan telah berangkat tugas ke pulau terluar Indoensia ini. Pada saat yang sama, Safari Ramadhan ini juga menyampaikan amanah dari muzakki dan muhsinin.

“Tim Safari Ramadhan menjalankan beberapa amanah yang meliputi Penyaluran Zakat, Buka Puasa Berkah, Pembagian Paket Belajar untuk Anak Usia Sekolah Dasar dan pembagian perlengkapan Ibadah kepada para Mualaf dan Fakir Miskin yang ada di Desa Sukamakmur,” imbuh Syakir.
Desa Sukamakmur sendiri adalah desa hang berpenduduk mayoritas Mualaf. Sedangkan desa tetangganya yaitu Desa Ujung Sialit merupakan masyarakat berpenduduk seluruhnya non-muslim.
BMH ke pulau terluar aceh
“Jadi membina dakwah di daerah seperti sangat urgen dan mendesak. Oleh karena itu saya sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para dai Ramadhan yang rela meninggalkan keluarga tugas di pulau ini,” ujar perwakilan FDP, Ustadz Ahmad Syarif.
Sementara itu, ketua rombongan Ustadz Abdurahhim menyampaikan terimakasih kepada masyarakat yang telah menerima kehadiran para dai untuk membersamai masyarakat dalam meningkatkan pemahaman dan pengamalan ke-Islam-an.
“Dari kondisi yang sedemikian ini tentu tantangan dakwah ini tak mungkin dipikul sendiri oleh para dai. BMH dan FDP mengajak kaum muslimin untuk terlibat dalam membentengi aqidah saudara muslim lainnya yang berada di daerah terluar seperti Desa Sukamakmur ini. Semoga ke depan dapat kita wujudkan program pemberdayaan ekonomi bagi warga di desa ini,” pungkas Syakir.*/A. Misy’al

Sabtu, 25 Mei 2019

Iman Hebat Empati Dahsyat

Kapan terakhir kali lidahnya mencicipi sesuap makanan?

iman hebat empati dahsyat
 Sahabat Nabi, Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu tak lagi bisa mengingatkannya. Pastinya kali ini perutnya tak lagi bisa menahan perih. Berbagai cara sudah Abu Hurairah lakukan untuk mengakali keadaannya itu. "Terkadang aku benamkan perut ku ke tanah. Di lain waktu, seikat batu kulilit melingkari perutku yang menjerit, "ujar Abu Hurairah berkisah tentang hidupnya di pelataran Masjid Nabawi, Madinah.

Abu Hurairah masih lunglai dalam lamunannya. Tiba-tiba, suara yang sangat dikenalnya menyapa dirinya. "Ya Aba Hirr, ikutlah aku, "ajak Nabi Muhammad. "Ternyata Nabi paham keadaanku," Abu Hurairah membatin, sambi; terus berjalan mengikuti Nabi.

Setiba di rumah Nabi, bukanya disuruh masuk, Abu Hurairah justru diminta kembali ke markas Ahlu Ash-Shuffah, di Masjid Nabawi. Rupanya Rasulullah ingin semua sahabat ahlu Ash-Shuffah berkumpul di kediaman Nabi. Ada jatah susu yang hendak dibagi kepada setiap mereka.

"Jika semua sahabat ahlu Ash-Shuffah datang, lalu apa yang tersisa buatku?" Diam-diam Abu Hurairah meronta dalam diam. "Pastinya aku punya jatah seteguk susu," Abu Hurairah berdalih dengan tubuhnya yang kian lemas karena berlari memanggil sahabatnya.

Demikian, Abu Hurairah berlari kecil menuju pelataran Masjid Nabawi. Ia juga masih semangat meladeni sahabat seperjuangannya sesuai instruksi Nabi. Ajaib, sudah berpuluh gelas susu ia sodorkan kepada para sahabat Nabi yang kehausan itu. Namun stok susu tersebut justru tidak berkurang dan terus bertambah.

"Minumlah sekarang!" Abu Hurairah diminta meneguk susunya. Ia baru saja selesai melayani sabahatnya. "Minumlah lagi," demikian seterusnya Nabi menyuruh Abu Hurairah dan lainnya minum hingga tak ada lagi yang kehausan atau kelaparan saat itu.

Berkorban itu Mulia
Kisah di atas dianggap Shahih oleh Imam al-Bukhari dalam karyanya, Shahih al-Bukhari. Sepenggal kehidupan sosial sahabat Nabi saat meniti tangga keimanan. Bahwa mereka disebut generasi terbaik sepanjang kehidupan manusia adalah bukan tanpa alasan.

Salah satunya, bersebab kemampuan mereka mendemonstrasikan iman yang unggul. Mereka mampu patuh tanpa syarat kepada syariat. Mereka sanggup merontokkan godaan nafsu dengan ilmu dan iman. Mereka justru memilih berkorban sebagai jalan meraih prestasi kemuliaan.

Bagi seorang Muslim, empati adalah buah manis dari ukhwah imaniyah. Empati bukan retorika manis tanpa bukti, apalagi hanya pencintraan semu semata. Sebab Abu Hurairah sanggup menikmati empati itu atas nama iman dan ukhwah. Bahwa kemuliaan itu bisa diraih dengan berkorban terlebih dahulu, Demikian Nabi mengajarkan para sahabatnya selalu.

Infak, sedekah, zakat, berbagi buka puasa, hingga menyingkirkan duri di jalan adalah secuil pengorbanan untuk meraih kemuliaan. Bicara pengorbanan tentu tak melulu berurusan dengan harta semata. Bahwa apapun nikmat yang di berikan bisa menjadi sebab untuk meraih kemuliaan.

Sebaliknya orang yang akalnya didominasi dengan dunia, maka urusannya selalu berpatok pada materi. Akal dan hawa nafsunya mendorong untuk berfikir bagaimana menerima sebanyak-banyaknya. Tak peduli orang jadi korban kecurangan dan kebulusan akalnya. */Masykur

Kisah Hidayah Islam di Bulan Ramadhan

Selama ini, di benak pemudi itu, Islam adalah teroris, dan masih banyak lagi pemahaman yang salah yang diterima selama ini
(ilustrasi)muslimah

ADA seorang pemudi Nasrani dari negeri asing (Negeri Barat) berinisial SB menceritakan kronologi perjalanan hidupnya hingga mendapat hidayah pada bulan Ramadhan.
Pemudi ini tumbuh besar di lingkungan Kristen. Orangtuanya adalah pemeluk Kristen yang sangat fanatik dan taat. Sejak kecil keduanya secara serius berupaya memasukkan nilai agama Kristen pada jiwa sang putri.
Semenjak kecil, sudah biasa dibacakan kisah-kisah para Nabi dalam kitab Injil, seperti: Ibrahim, Musa, Isa dll. Karena itu tak mengherankan jika pemudi ini tumbuh dengan rasa cinta kepada dan hormat kepada agamanya. Ini berkat komitmen orangtua dan kebanggaan kepada agama.
Seiring berjalanan waktu, menginjak remaja, rasa yakin terhadap agama Kristen pemuda itu mulai goyah. Ia merasa ada yang kurang dalam agamanya, tanpa tahu mana sisi kekurangannya. Sampai-sampai dirinya merindukan masa kecilnya yang mana agamanya begitu menyenangkan.
Anehnya, semakin bertambah usia, perasaannya semakin resah. Di tengah-tengah masyarakat, pemudi itu terasa asing. Dirinya mengira mungkin ada tempat lain yang cocok atau yang bisa membuatnya tenang.
Keresahan itu akhirnya disampaikan kepada kedua orangtuanya. Namun, hanya dijawab sekadarnya. “Emang kalau ga mau tinggal di sini mau tinggal dimana? Kamu harus beradaptasi dengan masyarakat, berbaur dengan mereka, jika ingin hidupmu bahagia,” tutur orangtuanya.
Jawaban itu bukan malah menangkan tapi malah tambah membuatnya resah. Ia mulai kehilangan harapan. Kesedihan demi kesedihan akhirnya menimpa jiwanya. Sampai ada keinginan untuk bunuh diri; agar segera terbebas dari kondisi yang sangat menyiksanya itu.
Hari berganti hari, kondisinya semakin parah. Rasanya seperti orang gila. Banyak menjumpai keanehan-keanehan dalam dirinya. Ketika apa yang dialaminya diceritakan kepada keluarga, tidak ada yang menganggapinya secara serius.
Pada suatu hari, ketika pemudi itu bangun dari tidurnya, seakan-akan ia melihat makhluk berwarna hitam kehijau-hijauan. Biji matanya berwarna kuning mengkilat seperti batu amber. Pada bayangan sang pemudi, makhluk itu persis gambaran setan yang menakutkan.
Makhluk itu melotot kepada kedua mata sang pemudi sembari tertawa terbahak-bahak. Dirinya langsung bangun dari tidur kemudian menyalakan lampu. Anehnya, suara tertawa makhluk itu tak juga hilang.
Ia ketakutan, kekuatannya melemah, hingga akhirnya terjatuh sembari menangis dan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Di saat demikian, dia berdoa kepada Tuhannya, “Ya Tuhanku, bantulah aku, ampunilah dosa-dosaku selama hidup, aku akan melakukan apa yang Engkau perintahkan, dan aku akan bertanya kepada-Mu jalan yang Engkau pilihkan untukku. Tapi, bantulah aku dan perlihatkan kepadaku jalan yang benar!”
Setelah itu, kondisinya beranjak tenang, rasa takut pun mulai hilang. Suara tertawa makhluk seram tadi pun lenyap.
Selepas kejadian itu, tidak ada seorang pun yang diberitahu oleh pemudi. Karena menurutnya, apa yang dia alami tidak akan mungkin dipahami, kecuali oleh orang yang pernah mengalaminya sendiri.
Beberapa bulan setelah kejadian itu, persisnya pada bulan Ramadhan, tak sengaja dirinya menonton televisi chanel Arab yang menyiarkan secara langsung kondisi Ka’bah saat orang Muslim sedang shalat.
Pemandangan itu membuat diri pemudi tertegun takjub. Ada sedemikian banyak orang yang datang dari berbagai penjuru dunia untuk beribadah kepada Allah semata. Bagaimana mereka bisa berbaris rapi, sujud dan ruku kepada Tuhan secara bersamaan.
Pemandangan itu tak pernah lekang dari jiwanya. Akhirnya, ia memutuskan untuk pergi ke perpustakaan untuk membaca kitab tafsir al-Qur`an yang membahas tentang Islam. Ternyata, bacaan itu mengubah secara drastis pandangannya mengenai Islam. Di samping itu, juga meluruskan pemahaman yang salah terkait Islam yang teranggap negatif di mata Nasrani.
Pada akhirnya, keyakinannya mantap untuk memeluk Islam. Islam ternyata agama yang begitu indah dan toleran. Padahal selama ini, di benak pemudi itu, Islam adalah teroris, dan masih banyak lagi pemahaman yang salah yang diterima selama ini. Ketika, agama Islam diperdalam, keyakinan itu semakin mantap dan membuka pintu hidayah.* Mahmud Budi 

Menjaga Semangat Ibadah & Peduli

Ramadhan hampir berlalu, kemuliaan dan keistimewaan telah berakhir. Akan tetapi, semangat untuk beribadah dan peduli mesti juga dihentikan.

menjaga ibadah
Justru di luar Ramdhan kita akan benar-benar menguji diri, apakah masih mampu mempertahankan semangat ibadah yang telah diupayakan. Dan, seharusnya demikian sikap terbaik yang kita upayakan.

Namun demikian, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam memang memberikan penjelasan perihal semangat ini.

"Setiap sesuatu itu ada saat-saat semangatnya dan setiap saat semangat itu ada saat futur (tidak semangat). Maka apabilah seseorang beramal yang sedang-sedang saja, berharaplah dia (termasuk yang meraih kemenangan). Namun, apa bila dia bersemangat agar ditunjuk dengan jari (dikenal sebagai ahli ibadah), janganlah kalian menilainya (sebagai ahli ibadah) karena dia berbuat riya,"(HR. Tirmidzi).

Secara umum penjelasan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam tersebut menghendaki bahwa jika jiwa dilanda futur, kemudian amalan ibadah atau kepedulian tidak maksimal, maka setidaknya jangan sampai hal itu terjadi juga pada harapan dalam hati. Tetaplah punya harapan agar dapat meraih kemenangan.
menjaga kesempurnaan ibadah
Dengan kata lain, jangan karena sudah tidak lagi seperti Ramadhan, ibadah sudah mulai kembali ala kadarnya, lantas diri menjadi benar-benar enggan dan akhirnya tidak lagi menjalankan ibadah dengan baik.

Lantas bagaimana mengantisipasinya?

Rasulullah memberikan panduan berupa doa. "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat malas, penyakit tua (pikun), dosa, dan hutang."(HR. Tirmidz).

Langkah selanjutnya cobalah mencari lingkungan yang kondusif dan mendukung untuk senantiasa semangat dalam ibadah dan peduli.

Mencari lingkungan kondusif berarti juga bertemu dan berkawan dengan orang yang sholeh. Di saat kita menemukan itu semua, maka doa,"Wahai Tuhan yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku atas agama-Mu." (HR. Muslim) handaknya tidak pernah kita lupakan dalam setiap 24 jam. */ Imam Nawawi

Bersama IIDI Samarinda Berbagi Rezeki untuk Lansia

Dalam kesempatan ini, Laznas BMH bekerjasama dengan Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) cabang Samarinda.


Bersama IIDI Samarinda Berbagi Rezeki untuk Lansia
Ramadhan 1440 Hijriah menjadi momentum emas bagi Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Kaltim untuk terus berbagi kebaikan.
“Upaya berbagi kebaikan terus kami lakukan dalam beragam program Ramadhan untuk membahagiakan mereka yang tidak mampu, salah satunya adalah berbagi Kado Berkah Ramadhan,” terang Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Kaltim, Muhammad Rofiq.
Penyaluran dilakukang secara langsung di pemukiman warga kurang mampu di daerah Makroman, daerah perbatasan Samarinda dengan Kutai Kartanegara (20/5).
“Alhamdulillah, dalam kegiatan tersebut dibagikan paket sembako dan dana kepada 150 keluarga kurang mampu,” imbuh Rofiq.
Dalam sambutannya ketua panitia, Ibu Annie Irfan menyampaikan, kegiatan IIDI Samarinda ini adalah salah satu bentuk kepedulian anggota kepada masyarakat kurang mampu.
“Setiap tahun kami lakukan kegiatan ini, sebagai wujud syukur atas rezeki kami dengan berbagi kepada sesama, dengan harapan dapat meringankan beban dari warga yang sudah tidak mampu lagi untuk bekerja, karena rata-rata penerima paket adalah bapak-bapak dan ibu-ibu yang sudah lanjut usia,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut,  hadir Ketua IIDI Samarinda, Ibu Magda Dompak, ketua RT 18 dan tokoh masyarakat di daerah tersebut.
Pengurus BMH Kaltim M. Iqbal menyampaikan ucapan terima kasih atas kerjasama selama ini dengan BMH.
“Kami bersyukur, IIDI selalu bermitra dengan BMH setiap tahun, dengan kegiatan bersama ini akan semakin banyak yang merasakan manfaat,” tandas Iqbal.*/Rif

Jumat, 24 Mei 2019

Berkah Buka Puasa di Pulau Buru Maluku

 Alhamdulillah program ini juga dapat dilaksanakan dengan baik di Ambon Maluku, termasuk di beberapa pulau yang tersebar di sini,” terang Kepala BMH Perwakilan Maluku, Ali Ikrom (22/5).


buka puasa berkah
Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Maluku (Ambon) dalam Ramadhan 1440 H semakin menguatkan program menunaikan amanah  dan kepercayaan dari para donatur, muzakki dan simpatisan dengan beragam program Ramadhan, di antaranya “Berkah Buka Puasa.”

“Program Berkah Buka Puasa berhasil BMH lakukan bersama dengan anak-anak Pulau Buru Namlea. Pulau ini dahulunya merupakan tempat pembuangan PKI pada masa Orde Baru,” imbuhnya.
anak anak pulau Buru Namlea

Program ini mendapat ruang tersendiri di hati anak-anak yatim dan dhuafa di sana. Nadira Salam salah seorang anak merasa bahagia karena masih ada lembaga zakat yang perhatikan kepada mereka.
“Terimakasih, ada lembaga juga yang sampai ke tempat kami dan buka bersama di sini,” ujarnya.

Untuk sampai ke Pulau Buru, Tim BMH harus berlayar dengan fery selama 9 sampai 10 jam. “Berangkat dari Ambon pukul 20:00 WIT sampai Pulau Buru pukul 05:00,” jelas Ikrom.*/Abu Syafiq Qolby el Gaz’ah

Kamis, 23 Mei 2019

Bersama Catering Gizi Serahkan Paket Berkah Fitrah

Kegiatan penuh kekeluargaan itu turut dihadiri salah satu tokoh masyarakat H. Raah Tamanuddin.


paket berkah fitrah salah satu program BMH
Senin, 20 Mei 2019 BMH Perwakilan NTB bekerjasama dengan Catering Gizi Menyerahkan 50 Paket Berkah Fitrah 1440 H.
“Hal ini dimaksudkan agar keberkahan Ramadhan terasa menyapa saudara-saudara kita yang membutuhkan,” terang Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH NTB, Abdul Kholiq di tempat acara yang berlangsung di TK Roudhoh yang berada di lingkungan Batu Raja, Ampenan Utara ampenan kota Mataram
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan sosial seperti ini dan saya siap mendukung kalau dibutuhkan,” ujarnya penuh semangat.
Atas dilaksanakannya program ini, warga sangat berterimakasih, terlebih mereka masih merasakan getirnya musibah berupa gempa bumi setahun silam.
“Alhamdulillah kami mewakili warga yang lain mengucapkan terimakasih kepada BMH atas kepedulian kepada kami. Semoga Allah Limpahkan balasan dengan yang lebih baik. Aamiin,” ungkap seorang warga, Papuk Mu’in.*/Romdir

Rabu, 22 Mei 2019

Waktu dan Dzikir

 Betapa pentingnya masalah waktu sehingga tertuang di dalam kitab suci Al-Qur'an. Maka, sungguh merugi orang yang tidak memperhatikan waktu.

dzikir
 Mesti ada kesadaran dan semangat juang untuk tidak membuang waktu dan tenaga dengan perbuatan sia - sia. Sebab waktu adalah kehidupan, dan tentu saja kehidupan adalah waktu.

 Sifat waktu yang terus berjalan tanpa kompromi tak bisa di tarik kembali, tidak bisa diambil lagi. Ia akan terus berjalan kemudian berlalu. Sama sekali tak peduli dengan sikap manusia, mengindahkannya atau pun lalai terhadapnya.

 Dalam hal ini mari beajar kepada para sahabat, dan ulama terdahulu. Mereka senantiasa meluangkan waktu untuk berdziki, mengingat dan mencintai Allah dengan memanfaatkan waktu yang telah diberikan.

 Begitu utamanya menggunakan waktu waktu dengan dzikir ada kisah indah dari kalangan para ulama di masa lampau.

 Suatu saat Imam Ahmad bin Suraij yang memimpin halaqoh fiqih di masjid berkata kepada Imam Junaid yang memimpin halaqoh dzikir,"Suara dzikir kalian mengganggu halaqoh kami dalam ilmu."
 Imam Junaid pun menjawab,"Perlu mempertimbangkan dulu, jalan mana yang terdekat menuju Allah."
 Ibnu Suraij pun membalas,"Kalau begitu, harus mempertimbangkan jalan kami, karena itu yang terdekat menuju Allah dari pada jalan kalian."

 Imam Junaid pun merespon,"apa tanda kedekatannya?"
 Ibnu suraij menjawab,"yakni, karena didominasi dalam menyaksikan kebenaran."
 Imam Junaid membalas,"Itu justru sanggahan terhadap kalian, bukannya membela, karena yang mendominasi kalian adalah menyaksikan hukum-hukum mengenai dien Allah bukan Allah."
 Ibnu Suraij pun berkata,"Kita ingin menguji argumen itu."
 Akhirnya Imam Junaid pun menyuruh seseorang,"Wahai Fulan, ambil batu ini dan lemparlah kepada orang-orang yang berdzikir itu."Akhirnya dilemparlah batu itu hingga mereka semua menyeruh,"Allah!"
dzikir penyejuk hati
  Kemudian Imam Junaid pun berkata kepada orang terbebut,"Ambilah batu ini dan lemparlah kepada mereka yang belajar itu."Akhirnya dilempar batu itu, dan mereka serentak berseru,"Itu haram bagi kalian!"
 Ibnu Suraij pun berkata Imam Junaid,"Kebenaran ada pada dirimu wahai Abu Qasim."(Lawaqih Al Anwar Al Qudsiyyah, hal.259).

 Jadi, mari memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Waktu adalah sarana terbaik kita untuk dekat kepada Allah, tunduk dan patuh hanya kepada-Nya, sehingga setiap hembusan nafas kita dapat memberikan manfaat bagi kehidupan.*/Mir-A

Takjil On The Street

Pada Ramadhan kali ini, Laznas BMH menggulirkan program khusus selama sebulan penuh. Diantaranya Berkah Fitrah, Buka Puasa Berkah, Berkah Jariyah Pembangunan, Kado Berkah Ramadhan, Madrasah Ramadhan, Sebar Dai Pedalaman, Sedekah Peralatan Ibadah, dan Sedekah Produktif.


petugas BMH lagi membagikan takjil ke pengguna jalan

Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Yogyakarta menggelar  takjil on the street di pusat kota Yogyakarta. Takjil tersebut dibagikan kepada tukang becak, pedagang asongan, dan pengguna jalan yang melintasi perempatan Tugu Yogyakarta, Senin (20/5) sore.
“Rangkaian program Ramadhan dalam rangka untuk meraih pahala terbaik ini salah satunya kami lakukan dengan tebar takjil di kawasan yang cukup padat di Yogyakarta. Tentunya tidak lupa kami ucakan terima kasih kepada para donatur dan simpatisan yang telah mendukung acara ini,”  jelas Manager Program BMH Yogyakarta, Syai’in Kodir melalui rilis yang diterima Republika.co.id, Selasa (21/5).

Syai’in menyebutkan,  banyak umat Muslim yang terjebak di perjalanan menjelang Magrib setelah lelah mencari nafkah atau beraktivitas. “Ramadhan memiliki keberkahan tersendiri untuk masyarakat. Ini adalah bukti bahwa berbagi itu banyak mendatangkan manfaat untuk mereka yang membutuhkan,” imbuhnya.
“Kami masih membuka kesempatan bagi masyarakat yang turut berbagi keberkahan di bulan mulia ini, karena penyaluran akan terus dilakukan hingga akhir Ramadhan,” tutur Syai’in.*/Republika.co.id

Selasa, 21 Mei 2019

Kiat Bangun Subuh

  Atur waktu tidur agar tubuh tetap segar ketika bangun subuh, jika perlu pasang alarm pengingat.

suasana di subuh hari
 "Sesungguhnya, shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat subuh dan isya'. Seandainya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya meraka akan pergi mendatangi keduanya sekalipun harus merangkak."(HR. Bukhari dan Muslim)

 Dari hadits tersebut, dapat dipahami bahwa shalat yang paling berat dijalankan adalah shalat subuh serta Isya'. Terlebih, untuk shalat subuh dan ketika harus dikerjakan secara berjamaah di masjid, khususnya bagi laki-laki. Sebab, kebanyakan umat islam pada waktu subuh masih asyik terlelap dalam tidurnya.

 Nah, bagaimana tips atau resepnya agar mudah bangun shalat subuh berjamaah di masjid?

 Pertama, lakukan dengan niat yang ikhlas. Setiap kali ingin menjalankan ibadah shalat subuh secara berjamaah dimasjid, maka perlu menata hati agar senantiasa bisa selalu ikhlas. Sebab, semua kebaikan yang dikerjakan dengan niat tidak ikhlas, maka akan menjadi sesuatu pekerjaan yang sia-sia.

 Kedua, memiliki tekad serta komitmen yang amat kuat dalam menjalankan shalat subuh berjamaah di masjid. Sebab, waktu subuh adalah waktu yang nyaman untuk memanjakan diri di atas kasur alias tidur terlelap.

 Ketiga, sebelum tidur berdo'a kepada Allah Subhanahu Wata'ala agar dimudahkan bangun fajar, sehingga bisa menunaikan shalat subuh berjamaah di masjid. Dengan berdo'a muda-mudahan Allah mengabulkan serta memberikan kemudahan untuk bangun lebih awal sebelum adzan subuh berkumandang.

 Keempat, bertemanlah dengan orang-orang saleh yang mau membangunkan. Mintalah kepada mereka agar membangunkan ketika waktu subuh akan tiba. Caranya melalui SMS ataupun miscall ke handphone yang diaktif volume panggilannya. Nah, pejuang subuh siap membantu membangunkan kalau memang ada yang butuh bantuan.

masjid di subuh hari
 Kelima, mengatur waktu tidur. Agar tubuh tetap segar bugar ketika bangun pada saat subuh maka hendaknya pola tidur diatur dengan baik. Jangan tidur larut malam ataupun begadang, dan jangan menghabiskan waktu istirahat untuk kegiatan yang kurang penting serta tidak bermanfaat. Upayakan minimal pukul 21:00 atau 22:00 sudah istirahat dengan harapan sebelum subuh sudah terbangun.
 Keenam, tidak tidur dalam keadaan kenyang. Sebab, hal itu bisa menyebabkan kesulitan bangun pada saat subuh sebab perut kekenyangan. Selain itu, kekenyangan juga dapat menyebabkan seseorang malas beraktivitas. Apalagi bangun lebih awal untuk menunaikan shalat subuh berjamaah di masjid.

 Ketujuh, pasang atau aktifkan bel pengingat atau alaram jam yang waktunya dapat  diatur secara otomatis. Bila perlu dengan nada dering yang paling tinggi. Upaya ini sebagai pembantu agar mudah bangun setelah mendengar alaram berbunyi amat nyaring. Di era modern seperti sekarang, bisa memanfaatkan alaram yang terdapat di fitur handphone.

 Kedelapan, biasakan bedakwah mengajak orang lain bangun lebih awal untuk shalat subuh berjamaah di masjid. Tujuannya di antaranya supaya diri juga semakin terpacu untuk melakukan hal yang sama, sebagaimana ajakan untuk shalat subuh berjamaah.*(sumber:@pejuangsubuh dan www.suaramasjid.com)

Buka Puasa Bersama Masyarakat Pedalaman Gunung Sitember

Kegiatan yang menjadi turunan dari Program Ramadhan Raih Pahala Terbaik ini mendapat respon positif dari seluruh warga. Sebagian warga malah merasakan kehadiran BMH memberikan kebahagiaan yang tepat pada waktunya.

masyarakat pedalaman gunung sitember
Sabtu (18/5) Baitul Maal Hidayatullah bekerjasama dengan Komunitas Sahabat Berbagi Kebaikan mengadakan buka puasa bersama warga Desa Gunung Sitember Kabupaten Dairi Sumatera Utara.
Tak hanya berbuka puasa bersama, BMH juga menyalurkan dana pembangun Toilet Masjid dan Mushaf Al Qur’an.
Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Istiqomah in di hadiri ratusan warga desa. Mereka berbaur dari berbagai jenjang usia dan kalangan.
“Melalui acara ini, diharapkan seluruh warga dapat saling bersilaturahmi satu sama lain. Juga dimaksudkan menjadi saluran kebaikan dan kepedulian untuk warga yang membutuhkan,” kata Irfan Mendrofa, Manager Pemberdayaan BMH Sumatera Utara.
“Saya dan semua warga sangat berterimaksih atas bantuan ini. Semoga Allah membalas dengan kebaikan yang lebih. Setiap program BMH yang diselenggarakan di sini seakan tepat pada waktunya,” ujar Basmi (33 tahun) mewakili warga.
Program ini terlaksana berkat sinergi BMH dengan berbagai mitra kebaikan.
“Kepada Raihan Bakery, Pondok Kue Nabila dan Neko Neko Bakery dan semua donatur yang telah turut membantu acara ini kami haturkan Jazakallah khairal jazaa. Semoga usaha yang dijalankan semakin maju, berkembang dan diluaskan rezeki yang berkah,” imbuh Irfan.*/Lubis

Rengkuh Kemuliaan Ramadhan

 Ramadhan tidak lama lagi akan berkunjung dalam kehidupan kita. Semoga Allah sampaikan kita semua berjumpa dengan Ramadhan mulia, bulan penuh ampunan dan kemuliaan.

kemuliaan ramadhan
 Tentu saja, kini kita semua berada di dalam momentum yang istimewa, menanti kehadiran tamu agung. Seluruh kaum Muslimin bergembira ria.

 Dan, dalam rangka mewujudkan rasa syukur kehadiran Allah, perlulah kiranya kita menata niat, menata diri, menata rumah tangga dan masyarakat agar benar-benar siap mengisi Ramadhan dengan beragam amal ibadah sebagai pendulang pahala, kemuliaan, dan keridhaan Allah Ta'ala.

 Imam Ahmad dan An-Nasa'i meriwayatkan dari Abu Hurairah, "Adalah Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam menyampaikan berita gembira kepada para sahabat dengan kedatangan bulan Ramadhan.

 Beliau bersabda, "Sungguh telah datang kepada mu bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkahan. Allah telah memfardhukan atas kamu puasa, di dalam bulan Ramadhan dibuka segala pintu surga dan dikunci segala pintu neraka, dan dibelenggu segala setan.

 Padanya ada suatu malam yang lebih baik dari 1000 malam. Barang siapa tidak diberikan kebajikan malam itu, maka sesungguhnya ia telah dijauhkan dari kebaikan,"

 Jadi, mari persiapkan diri dan keluarga merengkuh kemuliaan Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Semoga Allah berikan pertolongan untuk kita bisa mengisi Ramadhan, tidak saja dengan amal ibadah, tetapi juga amal-amal "monumental" yang bisa dilakukan dengan bersinergi bersama lembaga Amil Zakat Nasional BMH. Aamiin ya Rabbal alamin.*/Imam Nawawi

Minggu, 19 Mei 2019

Mengisi Ramadhan Dengan Al-Qur'an

 Bulan Ramadhan sangat erat hubungannya dengan Al-Qur'an. Artinya, kecintaan seorang muslim terhadap Al-Qur'an seharusnya semakin besar ketika berada di bulan Ramadhan.

Al-Qur'an Nul Karim
 Karena itu, pada bulan Ramadhan sudah mestinya setiap muslim memiliki program yang sifatnya prioritas bersama Al-Qur'an. Bukan kah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah memberikan teladan, yakni beliau tidak pernah melewatkan satu malam pun pada bulan Ramadhan melainkan untuk mentadabburi Al-Qur'an bersama malaikat Jibril?

bacalah Al-Qur'an
 Belum lagi, teladan yang telah dicontohkan oleh ulama terdahulu. Interaksi mereka dengan dengan Al-Qur'an ketika berada di bulan Ramadhan sungguhlah patut menjadi pelecut semangat diri maupun keluarga.

 Lantas, apa yang dapat dipersiapkan untuk menyambut bulan Ramadhan dengan Al-Qur'an, khususnya bagi keluarga muslim? Seperti apa interaksi ulama terdahulu dengan Al-Qur'an ketika bulan Ramadhan? Dan apa kiatnya agar sukses mengisi Ramadhan dengan Al-Qur'an.


Gelar Bukber di Kampung Zakat

Kampung Zakat Terpadu yang terletak di Desa Jambearum tersebut merupakan lokasi pembinaan masyarakat, yang telah berlangsung selama hampir satu  tahun. “Desa ini merupakan desa binaan bersama seluruh LAZ Kabupaten  Jember dan Kemenag Kabupaten Jember,” imbuh Andi.


Gelar Bukber di Kampung Zakat Terpadu Bersama LAZ dan BAZDA Jember
Lembaga Amil Zakat Nasional  (Laznas) Baitul Maal Hidayatullah (BMH)  bersama dengan Kementerian Agama dan BAZDA, serta LAZ se-Kabupaten Jember berhimpun dalam satu program Ramadhan. Program itu adalah  buka puasa bersama (bukber) dan santunan untuk warga di Kampung Zakat Terpadu Dusun Pace, Desa Jambearum, Kecamatan Sumber Jambe, Kanbupaten Jember, Jawa Timur, Kamis  (16/5).
“Alhamdulillah, BMH Gerai Jember bisa hadir dan turut aktif bersama penggerak zakat lainnya se-Kabupaten Jember. Semoga ke depan program seperti ini dapat terus dilaksanakan untuk mempererat ukhuwah antarsesama amil dan masyarakat penerima manfaat,” terang Kepala BMH Gerai Jember, Andi Rohsyandi melalui rilis yang diterima Republika.co.id, Jumat (17/5).
Hadir dalam acara tersebut Kabid Pembinaan ZAWA Kemenag Provinsi Jawa Timur, Dr  Moh Zuhri;  Kepala Kemenag Jember, HM  Misbahus Salam beserta jajaran; BMH dan  LAZ lainnya.
selamat datang di kampung zakat

Dalam kesempatan tersebut, selain buka puasa bersama, juga dilakukan penyaluran santunan kepada pada yatim dhuafa serta fakir miskin; pemberian modal usaha ternak kambing; bantuan beasiswa, bantuan rumah layak huni, serta khitanan yang dilakukan dengan cara datang ke rumah-rumah warga.
“Kami berharap, dengan agenda ini bisa meningkatkan HDI (Human Development Index) dan SDGs (Suistainable Development Goals). Sehingga,  masyarakat yang ada di Kampung Zakat ini bisa terangkat dari mustahik menjadi muzakki,” jelas Andi.
Ke depan, juga diharapkan Kampung Zakat ini bisa terus bertambah jumlahnya seiring dengan bertumbuhnya kesadaran masyarakat akan zakat.*/Republika.co.id


Jadikan Ramadhan Rumah Belajar

 Kepala keluarga harus mampu mengkondisikan dirinya sendiri, sang istri, dan anak - anak saat ramadhan.
ayah mengajari mengaji
 Konsultasi keluarga islami, Zainuddin Musaddad, memberikan tips kiat sukses mengisi ramadhan dengan Al-Qur'an.

  Pertama, sejak awal-minimal dua pekan sebelum Ramadhan, suami dan istri harus membuat kesepakatan dan perencanaan untuk keluarga.

 "Semua harus kompak, terutama kepala keluarga. Harus mampu mengkondisikan dirinya sendiri, sang istri, dan anak-anak. Terlebih bagi para aktivis dakwah. Biasanya sibuk sekali di bulan ramadhan, ternyata dia tidak pernah merencanakan Ramadhan untuk keluarganya. Sibuk mengurusi umat tidak salah, tapi keluarga terabaikan, "Zain mengingatkan.

 Jadi, puasa untuk keluarga harus direncanakan jauh hari sebelum Ramadhan tiba. Misalnya berbuka puasa bersama keluarga, anak dan istri. Termasuk juga bagaimana merencanakan interaksi keluarga dengan Al-Qur'an selama Ramadhan.

 "Nanti mau khatam Qur'an berapa kali untuk Ramadhan tahun ini. Kalau ayah ingin khatam 4 kali nih. Bunda sama adek khatam berapa kali? jadi, memang harus direncanakan sejak awal,"katanya.

  Kedua, orangtua harus memahami bahwa mereka adalah role model keteladanan bagi anak-anaknya. Semua yang di lakukan orangtua akan direkam serta ditiru oleh anak-anak. Karena itu, orangtua harus belajar menjadi seorang ayah dan ibunda di bulan Ramadhan.

 "Kita bisa belajar dari apa yang sudah dilakukan oleh Rasulullah Shallaahu 'Alaihi Wasallam dan para sahabat saat Ramadhan. Atau tanyalah kepada para asatidz, apa yang dapat dilakukan selama Ramadhan. Jadikan bulan Ramadhan itu Baitut Tarbiyah, yakni rumah pembelajaran."jelasnya.

anak sedang mengaji
 Ketiga, khusus bagi para aktivis dakwah, pekerja kantoran ataupun orangtua yang memiliki kesibukan super ekstra, maka kondisikan waktu saat anak-anak dapat melihat orangtua membaca Al-Qur'an di rumah.

 "Jangan menjadikan rumah seperti Kuburan. Hidupkan rumah dengan lantunan Al-Qur'an. Apakah hanya dengan membaca satu halaman, atau dua halaman misalnya,"ujar Zain yang memiliki putra putri hafidz Al-Qur'an.

 Keempat, melakukan evaluasi terhadap apa saja yang sudah direncanakan sajak awal. Misal mengevaluasi capaian bacaan Al-Qur'an. Apakah sudah sesuai dengan rencana atau belum? kalau belum tercapai targetnya, harus saling mengingatkan dan memberikan motivasi satu dengan lainnya.

 "Ayah sudah sampai juz berapa sekarang? Oh, kakak belum sampai juz tujuh, padahal sudah sepekan loh. Kalau bunda bagaimana, sudah sampai juz berapa? Ayo semuanya semangat,"tutup Zain. *Ibnu Sumari