Minggu, 19 Mei 2019

Jadikan Ramadhan Rumah Belajar

 Kepala keluarga harus mampu mengkondisikan dirinya sendiri, sang istri, dan anak - anak saat ramadhan.
ayah mengajari mengaji
 Konsultasi keluarga islami, Zainuddin Musaddad, memberikan tips kiat sukses mengisi ramadhan dengan Al-Qur'an.

  Pertama, sejak awal-minimal dua pekan sebelum Ramadhan, suami dan istri harus membuat kesepakatan dan perencanaan untuk keluarga.

 "Semua harus kompak, terutama kepala keluarga. Harus mampu mengkondisikan dirinya sendiri, sang istri, dan anak-anak. Terlebih bagi para aktivis dakwah. Biasanya sibuk sekali di bulan ramadhan, ternyata dia tidak pernah merencanakan Ramadhan untuk keluarganya. Sibuk mengurusi umat tidak salah, tapi keluarga terabaikan, "Zain mengingatkan.

 Jadi, puasa untuk keluarga harus direncanakan jauh hari sebelum Ramadhan tiba. Misalnya berbuka puasa bersama keluarga, anak dan istri. Termasuk juga bagaimana merencanakan interaksi keluarga dengan Al-Qur'an selama Ramadhan.

 "Nanti mau khatam Qur'an berapa kali untuk Ramadhan tahun ini. Kalau ayah ingin khatam 4 kali nih. Bunda sama adek khatam berapa kali? jadi, memang harus direncanakan sejak awal,"katanya.

  Kedua, orangtua harus memahami bahwa mereka adalah role model keteladanan bagi anak-anaknya. Semua yang di lakukan orangtua akan direkam serta ditiru oleh anak-anak. Karena itu, orangtua harus belajar menjadi seorang ayah dan ibunda di bulan Ramadhan.

 "Kita bisa belajar dari apa yang sudah dilakukan oleh Rasulullah Shallaahu 'Alaihi Wasallam dan para sahabat saat Ramadhan. Atau tanyalah kepada para asatidz, apa yang dapat dilakukan selama Ramadhan. Jadikan bulan Ramadhan itu Baitut Tarbiyah, yakni rumah pembelajaran."jelasnya.

anak sedang mengaji
 Ketiga, khusus bagi para aktivis dakwah, pekerja kantoran ataupun orangtua yang memiliki kesibukan super ekstra, maka kondisikan waktu saat anak-anak dapat melihat orangtua membaca Al-Qur'an di rumah.

 "Jangan menjadikan rumah seperti Kuburan. Hidupkan rumah dengan lantunan Al-Qur'an. Apakah hanya dengan membaca satu halaman, atau dua halaman misalnya,"ujar Zain yang memiliki putra putri hafidz Al-Qur'an.

 Keempat, melakukan evaluasi terhadap apa saja yang sudah direncanakan sajak awal. Misal mengevaluasi capaian bacaan Al-Qur'an. Apakah sudah sesuai dengan rencana atau belum? kalau belum tercapai targetnya, harus saling mengingatkan dan memberikan motivasi satu dengan lainnya.

 "Ayah sudah sampai juz berapa sekarang? Oh, kakak belum sampai juz tujuh, padahal sudah sepekan loh. Kalau bunda bagaimana, sudah sampai juz berapa? Ayo semuanya semangat,"tutup Zain. *Ibnu Sumari

0 komentar:

Posting Komentar